Ganjar Bangga, Masih Banyak Anak Muda di Jateng Jadi Petani Milenial | Capres Rakyat

header ads header ads
header ads header ads

 

Foto: Ganjar Pranowo bertemu Petani Milenial di Kabupaten Temanggung/GEMINI CLUB SULTRA.


TEMANGGUNG, GEMINI CLUB SULTRA – Rizal (25) bersemangat menceritakan kisah suksesnya sebagai petani milenial. Di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rizal mengatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor menjanjikan bagi kalangan anak milenial.


"Jadi petani itu menyenangkan Pak, duitnya banyak. Saya saja setiap kali panen, bisa dapat uang Rp50 juta," kata Rizal di acara Soropadan Festival di Temanggung, Kamis (20/7/2023).


Rizal mengatakan, sudah cukup lama menekuni dunia pertanian. Di lahan seluas 3000 m2 warisan bapaknya, Rizal menanam berbagai tanaman hortikultura seperti padi, cabai dan lainnya.


"Meskipun banyak anak kampung saya nggak mau jadi petani, tapi saya memilih jalan yang berbeda. Karena saya bangga jadi petani, penghasilan saya jauh lebih besar dari teman-teman yang bekerja di pabrik," ungkapnya.


Hal senada disampaikan Firman (21) petani milenial lainnya. Firman mengatakan, sektor pertanian sangat menjanjikan jika dikelola dengan benar.


"Pertanian itu menguntungkan, uangnya banyak. Tapi banyak anak muda yang tidak tertarik karena mindset mereka terhadap pertanian yang menganggap kuno dan nggak keren," ucapnya.


Padahal, lanjut dia, pertanian saat ini bukan seperti dulu. Mekanisasi dan sistem sudah berjalan dan semua proses digarap dengan mesin.


"Hanya memang upaya pemerintah untuk sosialisasi soal itu masih kurang, sehingga anak muda jarang yang mau jadi petani," terangnya.


Mendengar cerita dari Rizal dan Firman, Gubernur Ganjar mengaku sangat bangga dengan para petani milenial itu. Menurutnya, masih banyak anak muda yang tertarik menggeluti sektor pertanian.


"Karena potensinya memang sangat besar. Banyak produk hortikultura kita yang diminati dunia internasional. Dan itu belum bisa tercover. Contoh durian saja, itu pasarnya luar biasa," ucapnya.


Namun, menurut Ganjar mesti ada review pada sistem pertanian di Indonesia. Upaya-upaya mesti dilakukan agar sektor ini terus tumbuh.


"Termasuk mekanisasi yang harus terus kita kembangkan agar anak muda tertarik menekuni pertanian ini," pungkasnya.


Soropadan Festival merupakan ajang pameran berbagai produk pertanian unggulan di Jawa Tengah. Selain pameran, event itu juga digelar untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada anak muda untuk berkecimpung di sektor pertanian.


Provinsi Jateng memang konsen soal pelatihan pada petani milenial ini. Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, pelatihan dan pendampingan pada petani milenial terus dilakukan.***


Sumber: Team Media GEMINI CLUB.

Post a Comment

Silahkan komentar dengan objektif, Komentar anda adalah masukkan bagi kami !!!

أحدث أقدم